Jakarta, MENTARI.ONLINE РSetelah mencopot Indra Sjafri, PSSI menunjuk Bima Sakti dan Cristian Gozales sebagai kepala dan asisten pelatih Timnas Indonesia U-19, Kamis (23/11/2017). Alasan PSSI adalah agar Timnas bisa menyambung satu sama lain.


Langkah tersebut boleh dibilang mengejutkan. Sebab, Bima Sakti saat ini masih menjabat asisten pelatih Luis Mulla di Timnas U-23 dan senior. Sedang Gonzales juga belum pernah menyatakan pensiun dan hingga saat ini masih terdaftar sebagai pemain Arema FC.

Ternyata, PSSI juga sudah mempersiapkan Gonzales untuk menjadi pelatih Timnas U-16 Indonesia.

Sekjen PSSI, Ratu Tisha, Destria mengatakan dipilihnya Bima Sakti dan Gonzales itu sesuai konsep kurikulum pembinaan sepakbola Indonesia. Sebagai langkah awal, PSSI menerapkannya di timnas U-19 dan U-23.

“Luis Milla menjadi pelatih U-23 sementara asisten pelatih U-23 akan menjadi kepala U-19. Sedang asisten pelatih U-19 akan menjadi pelatih U-16,” kata Ratu Tisha, Jum’at (24/11/2017).

Konsep seperti ini diharapkan bisa memunculkan komunikasi serta pembinaan yang bagus pada masa transisi ke Bima Sakti dari Indra Sjafri. “Indra Sjafri akan membantu wilayah pembanguan sepakbola yang sebenarnya,” kata Ratu Tisha.

Ratu Tisha menerangkan PSSI telah meluncurkan buku kurikulum sepakbola Indonesia yang disebut Filosofi Sepak Bola Indonesia (Filanesia). Di dalamnya disebutkan bahwa pelatih paling tidak mempunyai tiga kompetensi utama yaitu kompetensi wawasan sepakbila, wawasan kepelatihan serta wawasan manajemen.

Bima Sakti, (sidomi.com)

Pelatih juga harus mempunyai kemampuan dalam perencanaan, persiapan, pelaksanaan serta evaluasi. Proses ini merupakan siklus yang akan terulang terus. Dengan konsep kepelatihan berjenjang maka akan mempermudah prosesnya.

Fokus PSSI adalah program usia muda dengan mengadopsi kurikulum filosofi Sepakbola yang diluncurkan Oktober lalu.

PSSI memiliki mimpi besar ikut Piala Dunia 2034 dengan menjalankan program pengembangan sepakbola. Itu sudah masuk dalam road map atau peta jalan PSSI. Ukuran pantas atau tidaknya PSSI tampil di Piala Dunia adalah timnas harus lebih dulu tampil di Olimpiade 2024,” kata Tisha. (joe/detikcom)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here